Sabtu, 23 Juni 2012

perusahaan multinasional dari jerman


BMW (singkatan untuk Bayerische Motoren Werke, atau dalam Bahasa Inggris, Bavarian Motor Works), adalah sebuah perusahaan otomotif Jerman yang memproduksi mobil dan sepeda motor. BMW didirikan pada tahun 1916 oleh Franz Josef Popp. BMW AG adalah perusahaan induk dari merk mobil MINI dan Rolls-Royce, dan, dulunya Rover. BMW dikenal sebagai salah satu perusahaan mobil mewah dengan performa tinggi, dan juga salah satu perusahaan mobil pertama yang menggunakan teknologi ABS.

Sejarah perusahaan
BMW mengawali bisnisnya setelah restrukturisasi dari perusahaan pembuat mesin pesawat terbang Rapp Motorenwerke tahun 1917. Akhir dari Perang Dunia I tahun 1918, BMW dipaksa untuk berhenti memproduksi mesin pesawat terbang karena adanya Perjanjian Versailles. Perusahaan ini beralih untuk memproduksi sepeda motor tahun 1923 setelah perjanjian itu mulai dilonggarkan, dan mulai memproduksi mobil tahun 1928/29.

Tahun 1992, BMW mengakuisisi perusahaan studio desain industri di California DesignworksUSA, dan mengakuisisi penuh tahun 1995. Tahun 1994, BMW membeli perusahaan otomotif Inggris Grup Rover (dimana pada saat itu ada merek Rover, Land Rover dan MG dan juga hak atas merek yang sudah tidak lagi diproduksi yaitu Austin dan Morris) dan memilikinya selama 6 tahun. Tahun 2000, Rover mengalami kerugian besar dan BMW pun menjualnya. Merek MG dan Rover dijual ke Phoenix Consortium untuk membentuk MG Rover, sedangkan Land Rover diambil alih Ford. BMW akhirnya mendirikan merek sendiri yang ia namai MINI, yang diluncurkan tahun 2001.

Produksi
Pada tahun 2006, Grup BMW (termasuk Mini dan Rolls-Royce) memproduksi 1.366.838 unit mobil yang diproduksi di 5 negara. Tahun 2010, meningkat menjadi 1.481.253 unit mobil dan 112.271 unit motor (dengan merek BMW dan Husqvarna brands).

Mobil-mobil yang diproduksi oleh BMW 56% merupakan mobil bensin dan 44 % sisanya mobil diesel. Dari mobil-mobil bensin itu, 27% memakai mesin 4 silinder dan 9% memakai mesin 8 silinder.

Mobil
Seri 1 yang diluncurkan tahun 2004 adalah mobil BMW yang paling kecil, tersedia dalam 2 model yaitu koupe/konvertibel (E82/E88) dan hatchback (E81/E87). Seri 3 masuk dalam mobil kompak eksekutif, mulai diproduksi tahun 1975, sekarang memasuki generasi kelima dari (BMW E90); model-model yang tersedia antara lain sedan sport (E90), station wagon (E91), koupe (E92), dan konvertibel (E93). Seri 5 adalah sedan eksekutif mid-size, tersedia dalam versi sedan (E60) dan station wagon (E61). Seri 5 Gran Turismo (F07) yang dimulai mulai tahun 2010, akan mengisi segmen di antara mobil kelas station wagon dan crossover SUV.

Jajaran mobil teratas BMW adalah sedan full-size eksekutif Seri 7. BMW juga banyak memperkenalkan teknologi barunya di BMW Seri 7 ini, seperti sistem iDrive.Seri 7 Hidrogen juga termasuk dalam salah satu mobil berbahan bakar hidrogen pertama di dunia, emisinya hanya berupa uap air. Ada juga Seri 6 adalah mobil mewah kelas grand touring. Mobil roadster dan coupe 2 pintu Z4 (E85) sudah dijual sejak tahun 2002.

X3 (E83), mobil crossover SUV pertama BMW, memulai debutnya pada tahun 2003 dan menggunakan platform Seri 3 E46/16. Menggunakan sistem penggerak 4 roda BMW yang mereka namakan BMW's xDrive all-wheel drive. SUV lainnya, X5 (E70), dijual sejak tahun 2000. X6 dijual mulai Desember 2007 dan X1 mulai dijual tahun 2009.
  • Seri 1(E81) (2004–sekarang) Hatchback, koupe, dan konvertibel
  • Seri 3 (E90) (2005–sekarang) Sedan, koupe, konvertibel, dan wagon
  • Seri 5 (F10) (2010–sekarang) Sedan dan Wagon
  • Seri 5 Gran Turismo (2009–sekarang) Progressive Activity Sedan
  • Seri 6 (E63) (2003–sekarang) Koupe dan konvertibel
  • Seri 7 (F01) (2008–sekarang) Sedan
  • X1 (2009–sekarang) Compact Crossover SUV/Sports Activity Vehicle (SAV)
  • X3 (F25) (2010–sekarang) Compact Crossover SUV/Sports Activity Vehicle (SAV)
  • X5 (E70) (2006–sekarang) Compact Crossover SUV/Sports Activity Vehicle (SAV)
  • X6 (2008–sekarang) Sports Activity Coupe
  • Z4 (E89) (2009–sekarang) Sports Roadster
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/BMW

Selasa, 19 Juni 2012

Perusahaan Multinasional – PT Shell Indonasia Dari Belanda








Profil PT. Shell Indonesia
    Shell Indonesia adalah bagian dari Royal Dutch/ Shell Group, salah satu perusahaan minyak dan gas terkemuka di dunia yang berpusat di Belanda. Royal Dutch Shell memiliki sekitar 102.000 karyawan yang tersebar di lebih dari 100 negara dan wilayah. Beroperasi di dalam bidang Downstream Oil Products, PT. Shell Indonesia melyani pangsa pasar bisnis dan pengendara bermotor. PT. Shell Indonesia, mengelola kegiatan bisnis yang meliputi pemasaran dan perdagangan pelumas secara langsung, maupun melalui distributor yang telah ditunjuk.


    Perusahaan ini merupakan pemain utama dalam pasar pelumas industry. Shell terbukti sebagai innovator pelumas yang mampu memenuhi berbagai macam jenis dan kebutuhan mesin, seperti mesin hidrolik, roda gigi, peralatan mesin, kompresor dan turbin. Terdapat berbagai produk pelumas yang telah dikembangkan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan spesifik masing-masing industri, yaitu industri pertambangan, semen, dan pembangkit tenaga listrik.


    Dalam bidang transportasi, Shell menawarkan berbagai produk pelumas yang berkualitas tinggi, di antaranya Rimula, yang telah banyak dipakai oleh perusahaan transportasi. Di bidang kelautan, Shell menyadiakan BBM, pelumas dan pelayanan terkait untuk kapal dengan berbagai skala. Di Indonesia, Shell Marine Products memiliki jaringan penyediaan yang kuat di lebih dari 15 lokasi pelabuhan melalui reseller yang resmi. Sementara di bidang aviasi, Shell dan Pertamina telah menandatangani MOU dalam sektor BBM untuk penerbangan. Perjanjian ini bertujuan untuk menjajaki kesempatan bekerja sama dalam bisnis penerbangan dan menyediakan pelayanan yang dapat di tawarkan kepada konsumen sektor penerbangan.


    Di pangsa pasar pelumas otomotif di Indonesia, merek Shell tumbuh dengan pesat, Produk terkemukanya, Shell Helix, hadir sebagai merek kuat dan terkenal untuk pelumas roda 4 berkualitas. Shell Advance, pelumas yang diperuntukkan untuk kendaraan roda 2 juga terbukti unggul di kelasnya.


    Pada tahun 2006, Shell memulai bisnis commercial fuels di Indonesia, di mana Shell menyadiakan BBM dan pelayanan teknis untuk sektor industri dan transportasi. PT, Shell Indonesia telah mencatat tonggak sejarah baru dengan diresmikannya SPBU Shell pertama di Karawaci, Tanggerang. Shell menjadi perusahaan minyak internasional pertama di bidang retail BBM di Indonesia. SPBU berkelas internasional dengan fasilitas lengkap ini merupakan perwujudan komitmen Shell untuk memberikan produk dengan kualitas teruji, kuantitas yang akurat dan layanan terbaik. Sampai saat ini terdapat 35 SPBU Shell di Jabodetabek dan akan segera hadir di kota lain di Indonesia, salah satunya di Surabaya pada tahun 2009 ini.

 

Sejarah Shell di Indonesia
    Perjalanan sejarah PT. Shell Indonesia dimulai dari Aeiko Jans Zijklert, seorang petani tembakau di Jawa Timur, yang berpindah ke daerah pantai Timur Sumatra pada tahun 1880 setelah pemerintah menyatakan bahwa daerah tersebut dibuka untuk areal perkebunan. Dalam perjalanan mengelilingi Sumatra, ia melewati jejak minyak yang dianalisa mengandung 62% kerosin. Terpesona dengan penemuannya, ia meninggalkan pekerjaannya dan berusaha memperoleh ijin dari penguasa setempat yakni sultan Langkat. Empat tahun kemudian, pada 1884 ia telah mengumpulkan cukup dan untuk melakukan pengeboran sumur pertama. Namun, ternyata sumur itu kering.


    Di tahun berikutnya, ia mencoba lagi di Telaga Said, sebuah desa di dekat Pangkalan Brandan di Sumatra Utara. Kali ini ia berhasil, Sumur yang di kenal dengan Telaga Tunggal No. 1 itupun mulai berproduksi dalam jumlah komersil.


    Pada tahun 1890, Zijklert cukup yakin untuk mengubah perusahaan "Provinsional Sumatra Protoleum Company" miliknya menjadi sesuatu yang lebih kokoh. Pada 16 juni 1890, ijin perusahaan dari "Royal Dutch Company for the Working of Petroleum Wells in the Dutch Indies" diberikawn di Denhaag.


    Zijklert meninggal pada 27 Desember 1890, dan De Gelder, yang tak lain adalah rekannya, mengambil alih pekerjaan untuk menamukan ladang minyak baru dan mengembangkan perusahaannya. Pusat administrasi perusahaan didirikan di pangkalan Brandan. Pekerjaan dimulai dengan membangun fasilitas di dekat Pangkalan susu untuk menangani pengiriman laut.


Tahun 1898, Royal Dutch telah menyelesaikan pembangunan gudang penyimpanan dan fasilitas pelabuhan yang menjadikan Pangkalan susu sebagai pelabuhan pengiriman minyak pertama di Indonesia. Sementara itu, pada 1897 di Kalimantan, Shell transport and Trading Company Ltd. Menemukan sumber minyak di daerah Kalimantan Timur dan di tahun yang sama mereka mendirikan tempat penyulingan kecil di Balikpapan. Penyulingan tersebut mulai beroperasi pada 1899.


    Di awal abad 20, sumber minyak bumi telah di temukan di Sumatra Utara, Sumatra Sealatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur. Di setiap daerah tersebut juga telah dibangun tempat penyulingan minyak. Pada saat itu, ada 18 perusahaan, baik yang menggali atau memproduksi minyak di Indonesia. Pada tahun pertama di abad itu, dua dari sekian banyak perusahaan muncul sebagai pemimpin, yaitu Royal Dutch untuk bagian produksi dan penyulingan, sementara Shell di bidang transportasi dan pemasaran.


    Shell sendiri didirikan pada 1897 oleh Marcus Samuel, seorang kewarganegaraan Inggris yang berdagang tempurung kerang (sebagaimana nama perusahaannya adalah Shell) dan rempah-rempah.


     Di tahun 1902, Shell dan Royal Dutch membentuk perusahaan bersama untuk menangani pengiriman dan pemasaran dengan nama The Shell Transport and Royal Dutch Petroleum Co, Ltd. Setelah beberapa tahun di mana Royal Dutch menjadi lebih baik dari Shell, Marcus Samuel mengusulkan kepada De Gelder dari Royal Dutch agar melebur bersama.


    Oleh karena itu, pada 24 februari 1907, terbentuklah Royal Ducth / Shell Group of Companies yang kemudian dunia lebih mengenalnya dengan Shell. Tiga tahun kemudian, 1910, Shell menyerap produsen lain dari Indonesia. Pada 24 juni 1911, mereka membeli lagi sebuah perusahaan bernama The Dordtsche Petroleum Mij dan dominasi Shell di industri perminyakan di Indonesia semakin lengkap.

 

VISI PT. Shell Indonesia
    Shell yang sedang berkembang di Indonesia mempunyai visi Growth (Bertumbuh) yang ingin dicapai pada tahun 2017. Berikut adalah penjabaran visi Shell Indonesia :
  • Menjadi market-leader diantara new-entrants di sektor hilir
  • Mengembangkan dan menyeimbangkan sektor hulu dalam industri minyak dan gas
  • Menjadi inovator utama dalam sektor minyak dan gas
  • Dikenal sebagai salah satu perusahaan terkemuka; bekerja sama dengan personel dan mitra terbaik
  • Menghasilkan pemimpin-pemimpin bisnin di Indonesia, melalui citra "CEO's University".

     
Struktur Organisasi
Shell Pusat – Royal Dutch Shell
    Aktivitas bisnis Royal Dutch Shell terbagi menjadi Upstream danDownstrem. Shell Upstrem (sektor hulu) mencari dan menutup kembali serta mengolah sumber minyak dan gas alam di seluruh dunia. Shell Downstream meliputi semua aktivitas yang dibutuhkan untuk mengolah minyak mentah menjadi produk minyak bumi dan petrokimia Shell, dan menyalurkannya ke seluruh dunia.

    Pekerjaan di sektor hilir memurnika, menyediakan, memperdagangkan, dan mengirimkan minyak mentah di seluruh dunia, dan membuat, mengangkut, dan memasarkan bahan bakar, pelumas, aspal, LPG dan petrokimia dalam jumlah besar untuk pasar dalam negeri, alat transportasi dan kepentingan industri.

    Di dalam organisasi Shell, pembagian kerja terbagi dala Class of Business (CoB) dan Class of Function ( CoF ) yang juga turut mendukung kinerja bisnis Shell di seluruh dunia. Dengan demikian maka keseluruhan organisasi secara urutannya diperlihatkan pada gambar dibawah ini untuk memudahkan mengikuti uraian dari tiap-tiap fungsi unitnya.




Shell Upstream terdiri atas :
  • Shell Exploration and Production (EP)
EP mencari dan menutup kembali minyak bumi dan gas alam di seluruh dunia. Kebanyakan kegiatannya berupa kerja sama Joint Venture, sering kali dengan perusahaan minyak nasional.
  • Shell Gas and Power (GP)
GP memurnikan gas alam dan mengantarkannya ke setiap pelanggan di seluruh dunia. GP memiliki teknologi Gas to Liquids (GTL), wind power, solar power, coal gasification.

 
Shell Downstream terdiri atas enam CoB atau lini bisnis, dengan karakteristik sebagai berikut :
  • Supply and Distributiaon (S&D)
Mengembangkan dan menyalurkan bahan baku mentah dan menyempurnakan produk Shell di sektor hilir untuk konsumen di seluruh dunia.
  • Retail
Retail adalah bisnis perdagangan eceran terbesar dunia, dengan jejak rekam terhitung sebanyak 29% dari pasar bahan bakar global. Shell memiliki 46.000 pompa bensin (retail sites) yang beroperasi di 90 negara.
  • Business to Businnes (B2B)
B2B adalah pertukaran produk, jasa layanan, ataupun informasi di antara pemain bisnis dengan menggunkan internet. Downstream B2B yang menjual bahan bakar dan produk tertentu kepada kalangan luas pelanggan, terdiri atas :
  • Commercial Fuels (CF)
  • Global Customer Service
  • Shell Aviation
  • Shell Bitumen
  • Sell Gas (LPG)
  • DLL.
  • Chemical
Menghasilkan dan menjual produk petrokimia untuk pelanggan industri. Termasuk di dalamnya bahan mentah untuk plastik, coatings, dan deterjen yang dipergunakan di pembuat tekstil, keperluan peralatan medis, dan perangkat komputer.
  • Lubricants
Dengan 16% penguasaan pasar di eluruh dunia, terhitung untuk 5 juta liter produk, Shell menjual lebih banyak pelumas branded dibandingkan perusahaan lain.
  • Shell Global Solutions
Shell Global Solutions menyediakan teknologi dan konsultasi untuk membantu para eksekutif dalam industri energi dan pengolahannya dalm menunjukkan strategi dan pelaksanaan dari permaslahan yang ada.

  • Office Service
Bertujuan untuk menyediakan pelayanan yang efisien dan ramah bagi pelanggan, serta memastikan standar Shell akan housekeeping, kebersihan, dan kualitas produk tetap terpelihara.


    Selain CoB yang telah disebutkan diatas, organisasi Shell juga terdiri dari Cof atau Classes of Function yang turut berperan penting dalam bisnis Shell. CoF atau lini fungsi Shell terdiri atas :
  • PMO (Project Management)
Menciptakan dan mengawasi daftar rancangan induk di baeah GI-S sponsorship. Berhubungan dengan pihak terkait untuk menjalankan perkiraan anggaran untuk setiap masa finansial.
  • Corporate Affair (Communications)
Salah satu fungsi di dalam Shell yang melengkapi semua hal berkenaan dengan kepemimpinan dalam perkara etika. Peranan Commuinications adalah mempertahankan dan meningkatkan reputasi dari Downstream CoB dan berkontribusi untuk keseluruhan reputasi Shell.
  • Contracting & Procurement (CP)
CP berkomitmen untuk mencapai keunggulan sistem kerja dalam pelaksanaan pembelian untuk bidang Downstream. Sebagian besar meliputi pengenalan proses Streamline Global Standard Best Practice ke seluruh bidang Downstream.
  • Finance
Salah satu fungsi di dalam Shell yang dikepalai oleh CFO dan bertanggung jawab untuk semua aspek manajemn dan operasional finansial perusahaan.
  • Human Resources (HR)
Fungsi yang bertanggung jawab mengerjakan hal yang berkaitan dengan strategi, kebijakan, proses dan pelaksanaan sumber daya manusia. HR mengacu pada sebuah support sistem di dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk mencari dan memperkerjakan karyawan.
  • Information Technology (IT)
Salah satu fungsi di dalam organisasi Shell yang menyediakan arahan strategis akan informasi dan teknologi komunikasi. IT meliputi berbagai cabang ilmu yang bersentuhan dengan aplikasi teknologi yang digunakan untuk menghasilkan, menjaga, memindahkan, dan menerapkan informasi dalam beragam wujud.
  • International Department
Menyediakan masukan dari tenaga ahli dan mendukung Direktur Regional dan Contry Chair.
  • Legal
Memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan hal yang berhubungan dengan masalah hukum atau perundangan dan pelaksanaan program global. Legal membantu CoB Downstream untuk memastikan bahwa setiap transaksi adalah sah.
  • Strategy and Business Development
Sebuah fungsi di dalam Shell yang memimppin pengembangan bisnis dan strategi di tingkat Shell Group dan memfasilitasi implementasi strategi tersebut. CoF ini memperbaharui dan merincikan portofolio yang diimpikan perusahaan.
  • Health
Shell Health bertanggung jawab untuk menyajikan strategi kesehatan yang efektif dan pelayanan untuk pengoptimalan kesehatan karyawan dan mencegah bahaya bagi kontraktor, pelanggan, dan lingkungan sekitar.

 
PT. Shell Indonesia
    Kegiatan PT. Shell Indonesia lebih banyak berfokus ke bagian Downstream (sektor hilir). Hal ini tampak dari CoB dan CoF yang ada di struktur organisasi PT. Shell Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari HR PT. Shell indonesia, 492 karyawan Shell di Indonesia tersebar dalam lini :
  • Exploration and Production (EP)        
  • Retail                    
  • Lubricants – Marketing            
  • Lubricants – Technical            
  • Lubricants – Streamline            
  • Shell Global Solutions            
  • Finance                    
  • Information Technology (IT)        
  • PMO                    
  • Healt
  • Supply and Distribution (S&D)
  • Business to Business (B2B)
  • Lubricants – Sales
  • Lubricants – Supply Chain (LSC)
  • Office Service
  • Communications (CX)
  • Human Resources (HR)
  • Legal
  • Contracting & Procurement
  • Contry Chairman - Corporate
        Adapun struktur organisasi dari PT. Shell Indonesia secara global adalah sebagaimana yang ada didalam Struktur Organisasi PT. Shell Indonesia. Setiap lini bisnis memiliki pembagian kerja masing-masing sesuai dengan arahan global, yang semuanya turut mebdukung kelancara aktivitas bisnis PT. Shell Indonesia sebagai bagian dari Royal Dutch Shell.

 


 

Sabtu, 05 Mei 2012

proses pembayaran letter of credit


proses pembayaran letter of credit

Ø Perjanjian tentang cara pembayaran dengan L/C oleh importir dan eksportir
Ø  Importir membuka L/C dengan bank di negaranya dengan mengisi permohonan pembukaan L/C
Ø  Apabila permohonan tersebut disetujui, lalu L/C ditandatangani oleh bank. Dengan demikian bank akan menjamin pembayaran kepada eksportir, sebaliknya importir akan menjamin pula semua pembayaran yang dilakukan oleh bank
Ø  Dengan ditandatangani permohonan L/C tersebut maka kredit telah bersedia bagi importir untuk mengimpor barang dari eksportir
Ø  Kemudian bank (Issuer) tersebut memerintahkan confirming bank untuk memberikan advice of L/C kepada eksportir. Confirming Bank lalu membubuhkan namanya pada L/C tersebut untuk memperkuat jaminan pembayaran L/C
Ø  Barang kemudian dikirim oleh eksportir. Eksportir menarik wesel atas Issuing Bank dan mengirimkan wesel tersebut beserta dokumen-dokumen pengiriman barang. Confirming bank memeriksa dokumen-dokumen tersebut
Ø  Wesel dan dokumen-dokumen tersebut oleh confirming bank dikirimkan kepada Issuing Bank
Ø  Setelah wesel tersebut ditandatangani oleh Issuing bank maka barang dikeluarkan dari pelabuhan dan dikirimkan ketempat importir setelah menandatangani trust receipt
Ø  Pada tanggal yang telah ditentukan dalam wesel tersebut, importir membayar kepada Issuing Bank. Dengan demikian selesailah pembayaran dengan menggunakan L/C.

hubungan bilateral bisnis indonesia dengan negara lain

INDONESIA - AMERIKA MENINGKATKAN BISNIS KELAUTAN .PERIKANAN Hubungan kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat di sektor kelautan dan perikanan semakin luas, termasuk pengelolaan perikanan berkelanjutan dan adaptasi perubahan iklim. Hal tersebut terkait juga dengan penanggulangan kerusakan lingkungan dan penanganan bencana alam. Pemanfaatan potensi sumber daya kelautan dan perikanan berkesinambungan dan menjaga kelestariannya. KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) mengupayakan peningkatan produktivitas sumberdaya kelautan dan perikanan melalui industrialisasi. Strategi pengembangan komoditas dan produk kelautan dan perikanan berbasis pasar, pengembangan kawasan sentra-sentra produksi, pengembangan konektivitas, pengembangan iklim usaha dan investasi, “Kebijakan dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan, yang pada akhirnya akan mendukung tercapainya blue economy,” Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sharif C. Sutardjo mengatakan kepada Business News (19/4). Kerja sama bilateral kedua negara telah diimplementasikan melalui program Indonesia Marine and Climate Support (IMACS). Realisasinya merupakan bantuan hibah Amerika Serikat melalui USAID. Berbagai kemajuan telah dicapai program IMACS dalam kerangka penguatan kelembagaan, pengelolaan perikanan berkelanjutan. ‘’Adaptasi perubahan iklim berkontribusi positif bagi pengembangan kapasitas sumber daya manusia kelautan dan perikanan”. Program IMACS dapat memperkuat kapasitas sumber daya KKP dalam perumusan kebijakan, mengakselerasi kemampuan KKP baik pada level pusat maupun daerah. Selain itu, penerapan Pengelolaan Perikanan Berbasis Ekosistem, sistem perizinan dan penegakan hukum bisa berjalan efektif. Kerjasama untuk eksplorasi laut dalam yang dilaksanakan melalui Indonesia Exploration’Sangihe Talaud Region (INDEX SATAL 2010). Program INDEX SATAL yang merupakan kerjasama eksplorasi laut dalam di kawasan Laut Sulawesi merupakan salah satu kerjasama eksplorasi terbaik yang pernah dilaksanakan oleh kedua negara. Kerjasama ini sangat penting mengingat keterbatasan kemampuan pihak Indonesia dalam penguasaan teknologi. Sehingga KKP merasa tepat untuk bekerja sama sembari belajar dari pihak lain, termasuk Amerika. Kerjasama bilateral tersebut dapat menjadi pijakan bagi kedua negara untuk melanjutkan kerja sama kemitraan yang lebih erat dalam bidang teknologi kelautan dan eksplorasi laut dalam. “Kerja sama ini dapat berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan di pentas dunia internasional”. Kerjasama mendapat dukungan dari Kementerian Riset dan Teknologi RI yang dikokohkan melalui kerangka Sidang Komisi Bersama RI-AS di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam bidang riset dan teknologi kelautan. Pada 14 Mei 2012 akan ada pertemuan JCM RI-AS di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Jakarta. “Kami akan mengusulkan pembentukan tiga kelompok kerja, diantaranya Kelompok Kerja Riset Kelautan dan Keanekaragaman Hayati”. Sementara itu, Duta Besar Amerika untuk Indonesia Scot Marciel menjelaskan peran National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA). Kerja sama bilateral RI-AS dalam pembangunan kelautan dan perikanan dinaungi NOAA. Kerjasama difokuskan pada penguatan kapasitas dalam rangka memerangi IUU Fishing, meningkatkan Port State Measure, menguatkan kapasitas Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Pemerintah Amerika memberi pelatihan dalam rangka memperkuat kerjasama dalam Program Sea Grant Partnership,” Scot mengatakan kepada Business News (19/4). Sementara itu, Panitia Nasional (Panas) Penyelenggaraan Sail Morotai kian mematangkan persiapan acara. Pemantauan terhadap sarana prasarana seperti, pelabuhan, substansi acara dipastikan berjalan lancar. Panitia memantau sejauh mana dari perkembangan dan persiapan Sail Morotai yang puncak acaranya akan diselenggarakan pada 15 September 2012. Masing-masing bidang kegiatan melaporkan mengenai perkembangan dan kendala. Sebanyak 16 Kementerian/Lembaga terlibat dalam kegiatan Sail 2012, seperti KKP, Kemenko Kesra, Kementerian PertahananKemen PU, Kemenpora, Kemenko Kes, Mabes TNI, TNI dan POLRI. Pengerjaan fasilitas di lokasi acara puncak Sail Morotai 2012 baru mencapai 30 persen, meliputi pembersihan lokasi dan pengurukan tanah dasar. “Terkait pasokan listrik, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) baru mencapai 80 persen. Sisanya 20 persen dalam proses pembangunan, terutama jaringan tiang listrik ke desa-desa dan kecamatan,” Sekretaris Jenderal KKP Gellwynn Jusuf mengatakan kepada Business News (19/4) Akomodasi dan Fasilitas Umum melaporkan mengenai kesiapan Pulau Morotai, yakni telah tersedia enam hotel kelas melati kapasitas 90 kamar, 15 rumah type 45 (listrik, pemanas air dan ac). Kapal Pelni berkapasitas sekitar 500 kamar dapat menampung hingga 1000 orang. Homestay 50 rumah dapat menampung 250 orang serta resort yang dilengkapi 25 kamar yang dapat menampung hingga 100 orang. Polri yang membawahi bidang Pengamanan menyatakan kesiapannya dalam menjaga dan mengamankan peserta selama kegiatan dengan mengamankan lokasi kegiatan serta melaksanakan patroli dan penjagaan. Polri menerjunkan sebanyak 1.153 personel berasal dari Polda Maluku Utara dan 72 personel dari Mabes POLRI. Kementerian Pekerjaan Umum membawahi bidang fasilitas sarana dan prasarana melaporkan terkait kemajuan kegiatan diantaranya di bidang Sumber Daya Air. “Pembangunan intake Air Baku 60 Lt/dtk dari Sungai Mangere dan pipa transmisi dengan total dana Rp20 Milyar”. Sumber : www. businessnews.com

Minggu, 29 April 2012

LETTER OF CREDIT


Letter of credit adalah Instrumen yang diterbitkan oleh bank atas nama importir yang berisi janji untuk membayar eksportir setelah dokumen pengiriman bersamaan dengan perjanjian yang ditentukan diserahkan. Dampaknya adalah bank memberikan kredit kepada pembeli. Eksportir mendapatkan kepastian menerima pembayaran dari bank penerbit selama eksportie dapat memberikan dokumen sesuai L/C. importir tidak perlu membayar barang hingga pengiriman dilakukan dan dokumen disajikan dengan lengkap. Bank penerbit wajib membayar L/C tanpa mempertimbangkan kemampuan atau keinginan pembeli untuk membayar barang tersebut.
Pihak-pihak di dalam letter of credit :
Ø  Opener (importir) adalah pembeli yang membuka L/C
Ø  Issuer adalah Bank yang mengeluarkan L/C tersebut
Ø  Beneficiary atau Acreditee adalah penjual (eksportir)



         Langkah-langkah pembayaran dengan L/C (Letter of credit )
Ø  Perjanjian tentang cara pembayaran dengan L/C oleh importir dan eksportir
Ø  Importir membuka L/C dengan bank di negaranya dengan mengisi permohonan pembukaan L/C
Ø  Apabila permohonan tersebut disetujui, lalu L/C ditandatangani oleh bank. Dengan demikian bank akan menjamin pembayaran kepada eksportir, sebaliknya importir akan menjamin pula semua pembayaran yang dilakukan oleh bank
Ø  Dengan ditandatangani permohonan L/C tersebut maka kredit telah bersedia bagi importir untuk mengimpor barang dari eksportir
Ø  Kemudian bank (Issuer) tersebut memerintahkan confirming bank untuk memberikan advice of L/C kepada eksportir. Confirming Bank lalu membubuhkan namanya pada L/C tersebut untuk memperkuat jaminan pembayaran L/C
Ø  Barang kemudian dikirim oleh eksportir. Eksportir menarik wesel atas Issuing Bank dan mengirimkan wesel tersebut beserta dokumen-dokumen pengiriman barang. Confirming bank memeriksa dokumen-dokumen tersebut
Ø  Wesel dan dokumen-dokumen tersebut oleh confirming bank dikirimkan kepada Issuing Bank
Ø  Setelah wesel tersebut ditandatangani oleh Issuing bank maka barang dikeluarkan dari pelabuhan dan dikirimkan ketempat importir setelah menandatangani trust receipt
Ø  Pada tanggal yang telah ditentukan dalam wesel tersebut, importir membayar kepada Issuing Bank. Dengan demikian selesailah pembayaran dengan menggunakan L/C

Sabtu, 28 April 2012

WESEL DAGANG

CONTOH WESEL DAGANG 




Cara pembayaran semacam ini sampai sekarang masih banyak digunakan dalam lalu lintas pembayaran internasional. Dengan cara ini, eksportir menarik surat wesel atas importir sejumlah harga barang beserta biaya-biaya pengirimannya sekali.
Wasel atau bill of exchangetersebut, yang dilampiri dengan dokumen-dokumen yang berupa
  • Faktur
  •  konosemen(bill of lading atau surat muatan)
  • daftar isi (packing list)
  •   surat keterangan asal barang (certificate of origin)
  • surat keterangan pabean dan asuransi diserahkan oleh eksportir kepada bank dinegerinya. Dengan diterimanya dokumen-dokumen tersebut, bank dapat membanyar weseltersebut seketika dengan dipotong diskonto.
 Wesel tersebut oleh bank secara langsung ataulewat bank lain di negara pengimpor ditagihkan kepada importir. Apabila bank sudahmendapatkan pembayaran dari importir, maka perhitungannya antara bank dengan eksportir otomatis berakhir.

Wesel yang dipergunakan dalam perdagangan internasional dapat digolongkan berdasarkan:

1) Ada tidaknya dokumen, yang terdiri atas:
  • Clean draft, yaitu wesel yang tidak disertai dokumen pengiriman. Clean draft dipakai oleh eksportir dan importir yang saling percaya.
  • Documentary draft, yaitu wesel yang disertai dokumen pengiriman.
2) Waktu pembayaran (tenor/usance). Terdiri atas:
  • Sight draft, yaitu wesel yang harus segera dibayar setelah wesel dan dokumen diperlihatkan. Ada kemungkinan pembayaran telah terjadi sebelum penerimaan barang, karena umumnya pengiriman barang membutuhkan waktu lebih lama dibanding pengiriman wesel.
  • Arrival draft, yaitu wesel yang dibayar bila barang sudah datang (diterima).
  • Date draft, yaitu wesel yang dibayar pada tanggal tertentu seperti yang tercantum pada wesel.

Senin, 02 April 2012

GAYA HIDUP DAN PENAMPILAN DALAM BERKOMUNIKASI

1. Gaya hidup
Gaya komunikasi (communication style) didefinisikan sebagai seperangkat perilaku antarpribadi yang terspesialisasi yang digunakan dalam suatu situasi tertentu.
Masing-masing gaya komunikasi terdiri dari sekumpulan perilaku komunikasi yang dipakai untuk mendapatkan respon atau tanggapan tertentu dalam situasi yang tertentu pula. Kesesuaian dari satu gaya komunikasi yang digunakan, bergantung pada maksud dari pengirim dan harapan dari penerima.
Gaya Komunikasi yang akan kita pelajari adalah sbb:
1. The Controlling style
Gaya komunikasi yang bersifat mengendalikan ini, ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa dan mengatur perilaku, pikiran dan tanggapan orang lain. Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini dikenal dengan nama komunikator satu arah atau one-way communications.
Pihak-pihak yang memakai controlling style of communication ini, lebih memusatkan perhatian kepada pengiriman pesan dibanding upaya mereka untuk berharap pesan. Mereka tidak mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian untuk berbagi pesan. Mereka tidak mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian pada umpan balik, kecuali jika umpan balik atau feedback tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi mereka. Para komunikator satu arah tersebut tidak khawatir dengan pandangan negatif orang lain, tetapi justru berusaha menggunakan kewenangan dan kekuasaan untuk memaksa orang lain mematuhi pandangan-pandangannya.
Pesan-pesan yag berasal dari komunikator satu arah ini, tidak berusaha ‘menjual’ gagasan agar dibicarakan bersama namun lebih pada usaha menjelaskan kepada orang lain apa yang dilakukannya. The controlling style of communication ini sering dipakai untuk mempersuasi orang lain supaya bekerja dan bertindak secara efektif, dan pada umumnya dalam bentuk kritik. Namun demkian, gaya komunikasi yang bersifat mengendalikan ini, tidak jarang bernada negatif sehingga menyebabkan orang lain memberi respons atau tanggapan yang negatif pula.
2. The Structuring style
Gaya komunikasi yang berstruktur ini, memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi. Pengirim pesan (sender) lebih memberi perhatian kepada keinginan untuk mempengaruhi orang lain dengan jalan berbagi informasi tentang tujuan organisasi, jadwal kerja, aturan dan prosedur yang berlaku dalam organisasi tersebut.
Stogdill dan Coons dari The Bureau of Business Research of Ohio State University, menemukan dimensi dari kepemimpinan yang efektif, yang mereka beri nama Struktur Inisiasi atau Initiating Structure. Stogdill dan Coons menjelaskan mereka bahwa pemrakarsa (initiator) struktur yang efisien adalah orang-orang yang mampu merencanakan pesan-pesan verbal guna lebih memantapkan tujuan organisasi, kerangka penugasan dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul.
3. The Dynamic style
Gaya komunikasi yang dinamis ini memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim pesan atau sender memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan (action-oriented). The dynamic style of communication ini sering dipakai oleh para juru kampanye ataupun supervisor yang membawa para wiraniaga (salesmen atau saleswomen).
Tujuan utama gaya komunikasi yang agresif ini adalah mestimulasi atau merangsang pekerja/karyawan untuk bekerja dengan lebih cepat dan lebih baik. Gaya komunikasi ini cukup efektif digunakan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang bersifat kritis, namun dengan persyaratan bahwa karyawan atau bawahan mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengatasi masalah yang kritis tersebut.
4. The Relinguishing style
Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat ataupun gagasan orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun pengirim pesan (sender) mempunyai hak untuk memberi perintah dan mengontrol orang lain.


5. The Withdrawal style
Akibat yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya tindak komunikasi, artinya tidak ada keinginan dari orang-orang yang memakai gaya ini untuk berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan ataupun kesulitan antarpribadi yang dihadapi oleh orang-orang tersebut.
2. Mengatur Waktu
• Waktu adalah paradoks bagi orang – orang sibuk tidak pernah merasa cukup waktu padahal semua waktu tersedia untuk kita dan keluhan mengenai kurangnya waktu yang sebenarnya. Semakin banyak aktifitas yang membantu dalam melangkah mencapai tujuan, semakin banyak aktifitas tersebut semakin tinggi pula skala prioritasnya.
• Mengatur waktu merupakan suatu langkah yang tepat untuk mewujudkan tujuan manajemen sehingga keberhasilan membuat keputusan yang akurat sangat ditentukan oleh prioritas yang diambil. Untuk mengambil waktu dan melaksanakan jadwal kerja tidak dapat diselesaikan sendiri karena akan melibatkan orang lain.
Oleh karena itu perlu dikomunikasikan dengan baik dan untuk berhasil dalam komunikasi perlu dipertimbangkan hal – hal sebagai berikut:
• Dengarkan agar tetap pada jalur
• Tentukan tujuan dengan mempertimbangkan situasi yang favorable
• Jangan terburu – buru dalam memberikan petunjuk atau instruksi
• Bila ragu – ragu cari sumbernya
• Hindari sikap responsife
3. Faktor – Faktor Keberhasilan yang Menunjang Karier

1. Job description sebagai pegangan
2. Mempunyai ketrampilan dasar atau basic skill yang prima
3. An iron will in the velvet voice : nada yang ramah dan bersahabat menimbulkan kesan bahwa kita bersedia membantu lawan bicara.
4. Agenda kerja
5. Kekompakan sebagai team, dengan atasan dan rekan-rekan
6. Interpersonal skill ( agama, moral etika bisnis dan social psychology)
7. Wawasan




4. Penampilan Serasi

Untuk berkomunikasi secara baik, ada banyak faktor yang menentukan keberhasilan berkomunikasi. Selain kemampuan membuat ide atau gagasan, situasi dan pihak-pihak yang terkait, penampilan juga menjadi salah satu hal yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi. Penampilan yang menarik, segar, dan serasi akan turut menunjang suksesnya berkomunikasi dengan orang lain.penampilan merupakan suatu keseluruhan yang nambah oleh karena itu kita perlu merawat diri kita.
Hal harus diperhatikan dalam berpenampilan serasi ;
1. Gaya busana yang tepat
2. Penataan tata rias yang wajar sesuai kebutuhan.
3. Koordinasi warna yang serasi
4. Rapi dan bersih


5.Lambang – lambang Dalam Komunikasi

1. Lambang gerakan tubuh dan gerakan anggota badan
2. Lambang gambar dan huruf serta angka-angka ( rambu-rambu lalu lintas)
3. Lambang benda-benda tertentu (seperti pemberian bunga sebagai bentuk rasa simpati)
4. Lambang warna (misal, warna hitam untuk suasana sedih)

Riset komunikasi biasanya tertuju pada empat aspek dalam proses komunikasi, yaitu komunikator (communicator), pesan (message), saluran (channel), dan audiens. Dalam riset kebahasaan, komunikator adalah juga pesan kalau tidak dalam bentuk kata-kata, gambar atau tanda menjadi kode atau simbol. Orang yang berperan sebagai audiens dikenal sebagai penerjemah kode-kode, simbol dan sebagainya yang disebut dekoder.
Sebuah pesan yang diyakini dan nilai-nilai yang ditanamkan bisa mengalami distorsi atau disalahartikan (misinterpreted). Bila interpretasi yang salah diambil alih oleh orang lain, hal ini disebut dissonance.
Disonansi dapat terjadi karena distraksi antara sumber dan audiens, hambatan (channel noise). Hambatan kedua adalah semantic noise, yaitu hambatan mencapai saling pengertian yang disebabkan oleh faktor kebahasaan. Dalam hal ini, tingkat kerangka referensi antara komunikator dan komunikan tidak sama.
Salah satu aspek yang tidak kalah penting dalam proses komunikasi adalah apa yang disebut non-verbal communication, atau dikenal dengan istilah silent language. Proses komunikasi ini terjadi melalui body language, seperti ekspresi wajah, gerakan mata, pakaian, kosmetik, kualitas suara, dan lainnya.
Teknik berkomunikasi adalah cara atau seni penyampaian suatu pesan yang dilakukan seorang komunikator sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak tertentu pada komunikan. Pesan yang disampaikan komunikator adalah pernyataan sebagai paduan pikiran dan perasaan, dapat berupa ide, informasi, keluhan, keyakinan, imbauan dan anjuran.
Yang penting dalam komunikasi ialah bagaimana caranya agar suatu pesan yang disampaikan komunikator itu menimbulkan dampak atua efek tertentu pada komunikan. Dampak yang timbul dapat diklarifikasikan menurut kadarnya, yaitu :
1. Dampak Kognatif
Adalah yang timbul pada komunikan yang menyebabkan dia menjadi tahu atau meningkat intelektualitasnya. Dengan kata lain tujuan komunikator hanyalah berkisar pada upaya mengubah pikiran diri komunikan.
2. Dampak Afektif
Tujuan komunikator bukan hanya upaya komunikan tahu, tetapi tergerak hatinya, misalnya perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah, dan sebagainya.
3. Dampak Behavioral
Dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan.

Sumber : elearning.gunadarma.ac.id/…/komunikasi bisnis